Kurangnya Stimulasi Menyebabkan Kurang Berkembang

Kurangnya stimulasi pada anak terindikasi dari pencapaian-pencapaiannya yang belum optimal. Contoh: kelekatan anak pada orangtua dan pengasuh, cenderung pada ketergantungan berlebih yang menghambat kemandiriannya. Sebaliknya, anak yang terstimulasi secara berlebihan melewati “porsi”-nya (overstimulated), juga perlu diwaspadai. Tanda yang paling jelas adalah anak terlihat jenuh, lelah, dan menunjukkan ketegangan fisik. Ia tidak lagi dapat menikmati hal-hal yang selama ini senang ia lakukan dan cenderung “rewel”. Jika anak terlihat menunjukkan ciri-ciri tersebut, perlu dipertimbangkan untuk menata kembali aktivitas yang diikuti agar tak terlalu membebani.

Melalui bermain sambil belajar anak akan mendapatkan berbagai stimulasi baik untuk fisik dan otaknya. Diwaktu bermain berikan selingan beberapa pelajaran yang bisa membantunya untuk diingat dikemudian hari. Hal yang mudah seperti urutan angka dan perhitungan ringan. Disamping itupun pelatihan berbahasa juga bisa dilatih mulai sejak dini. Dengan begitu anak mendapatkan pendidikan yang lebih penting dan utama dari sang Ibu sejak kecil.

Dan ketika anak sudah beranjak di bangku pendidikan tentunya berikan ia pelatihan berbahasa dari sang ahlinya. Melalui tentor bersertifikat di tempat les bahasa Perancis di Jakarta, anak bisa mahir berbahasa asing.

Warna Dinding Pengaruhi Mood

Meski kita memperbolehkan si kecil memilih warna cat dinding kamarnya, tapi ada baiknya kenalkan ia dengan kombinasi warna yang tepat. Ciptakan suasana tenang dan relaks adalah kuncinya, karena kamar menjadi tempat anak tidur, main, dan belajar. Warna dinding berpe ngaruh besar pada suasana dan nuansa yang diba ngun, termasuk perasaan dan mood anak. Warna-warna terang dan berani (merah, jingga/ oranye, kuning, biru terang, dan lain-lain) memang cenderung fun, tetapi jika terlalu mencolok dapat membuat mata lelah dan terlalu bersemangat.

Warna-warna tersebut juga sulit dipadupadankan dengan warna lainnya. Padahal, kamar lebih banyak dipakai untuk anak beristirahat. Sebaiknya pilih warna yang lebih soft dan menenangkan, seperti putih dan warna-warna pastel. Sementara warna-warna terang dan berani bisa digunakan untuk perlengkapan kamar dan pernak-pernik lainnya. Seiring pertambahan usia anak, warna favoritnya akan berubah. Jadi, pilihlah warna netral yang bisa berbaur dengan segala warna dalam jangka waktu panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *